Sudah banyak yang menulis, mendengarkan, menyaksikan, dan memainkan musik Black Sabbath dan Ozzy Osbourne selama beberapa dekade. Seperti band-band yang hadir di pertunjukan ini, mereka dan kita berhutang banyak pada Sabbath dan Ozzy. Semua menekankan satu hal lain tentang Black Sabbath: koneksi yang mengakar, dalam.


Menurut Tom Morello sebagai direktur musik pertunjukan ini, misi di balik Back to the Beginning sederhana: menjadikan hari itu sebagai hari terhebat dalam sejarah heavy metal, dimana mereka telah menciptakan genre ini.

Black Sabbath dan Ozzy Osbourne akan dirindukan!




_
Birmingham, tempat dimulai dan diakhiri. Kota kedua terbesar di Inggris dan bukan lagi sekadar pusat ekonomi dan budaya penting di Inggris; kota ini telah melahirkan dan membesarkan empat pria: Ozzy Osbourne, Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward, membentuk band bernama Black Sabbath dan memulai semuanya, mengibarkan bendera musik baru pada tahun 1968, dan orang-orang seluruh dunia terus terhubung dengannya sejak saat itu. Ini bukan hanya titik nol bagi mereka—ini adalah titik nol untuk musik heavy metal.


“….and the madness begins”. Meniti karir selama hampir 60 tahun dan dikenal luas secara global, perjalanan Black Sabbath dan Ozzy Osbourne benar-benar menginspirasi. Setidaknya untuk 50 ribu orang yang hadir di Villa Park dan 5 juta orang yang membeli livestream (menurut The Guardian). Saya menjadi salah satu yang beruntung untuk menyaksikan salah satu pertunjukan musik termahsyur tahun ini sekaligus perpisahan Black Sabbath dan Ozzy Osbourne, yang berhasil menggalang dana sebesar kurang lebih 2,5 triliun rupiah(menurut Villa Edition) untuk mendukung Cure Parkinson’s, Birmingham Children’s Hospital dan Acorns Children’s Hospice, badan amal yang didukung oleh Aston Villa.


5 Juli 2025, di Villa Park, stadion markas klub sepak bola Aston Villa, hari bersejarah yang dinanti telah tiba. Pertunjukan yang bernama Back to the Beginning dimulai tepat pukul 13.00. Mastodon membuka set, kemudian tampil berturut hampir tanpa jeda: Rival Sons, Anthrax, Halestrom, dan Lamb Of God, Alice In Chains, Gojira, Pantera, Tool, Slayer, Guns N’ Roses, dan Metallica, serta penampilan super grup diantara jeda band tersebut dengan beberapa set dan lagu oleh Lzzy Hale, Jake E. Lee, Mike Bordin, David Ellefson, Adam Wakeman, Nuno Bettencourt, David Draiman, Mike Bordin, Scott Ian, Whitfield Crane, Frank Bello, II (Sleep Token), Yungblud, Rudy Sarzo, Travis Barker, Chad Smith, Danny Carey, Bily Corgan, Tom Morello, KK Downing, Adam Jones, Sammy Hagar, Papa V Perpetua, Vernon Reid, Steven Tyler, dan Ron Wood.










“We are here not to say goodbye. We are here to say thank you to Ozzy and Black Sabbath” ujar Scott Ian, gitaris Anthrax, kepada fans yang sore itu memadati Villa Park. Apa yang diucapkan Scott Ian ini benar adanya. Sederet band dan musisi bintang dunia dalam penampilan spesial melakukan hal yang sama, termasuk beberapa bintang lainnya memberikan penampilan dan testimoni (pre-recorded) yang ditampilkan di layar panggung.
Bukan hanya mengucapkan “terima kasih”, melainkan mengcover lagu-lagu Ozzy Osbourne dan Black Sabbath dengan cara yang luar biasa! 6 jam lebih disuguhkan musik sampai pada akhirnya The Final Show! Prince Of Darkness muncul dari bawah panggung, duduk di tahta berhias kelelawar dan tengkorak. “Are you ready?” Sapa Ozzy Osbourne kepada pendengar dan seraya disambut teriakan menggelegar yang menggetarkan Villa Park.
Masalah kesehatan parkinson yang diderita oleh vokalis Black Sabbath ini membuatnya tidak bisa berjalan normal lagi, namun tidak bisa menghentikan langkahnya untuk memberikan pertunjukan terbaik bagi penggemarnya. Emosi bercampur aduk mulai dari “I Don’t Know” dikumandangkan, berlanjut ke “Mr. Crowley” dimainkan. Ozzy tidak kehilangan kharismanya. Tensi dijaga tetap stabil di “Suicide Solution”, sampai pada “Mama I’m Coming Home”, rasanya satu stadion dibuat berlinang air mata kemudian semua diajak bernyanyi dengan “Crazy Train”. “Let’s go f*cking crazy” teriak Ozzy sebelum lagu dimainkan.
Momen yang dinanti, Black Sabbath muncul menyapa dengan formasi original membuka set final show ini membawakan “War Pigs”. Bukan hanya bernyanyi bersama Ozzy, namun melantunkan riff yang dimainkan Tony Iommi. Pengalaman lengkap menyimak pertunjukan heavy metal langsung dari sumbernya! “N.I.B” pun menjadi lagu kedua yang dibawakan. Usia hanyalah angka, baik Ozzy, Tony Iommi, Bill Ward, Geezer Butler terlihat menikmati detik per detik di atas panggung, memainkan instrumen masing-masing. “Iron Man” dimainkan dan penonton larut ke dalamnya. Semua menyanyikan lirik dan menyenandungkan riff! “Paranoid” menjadi lagu terakhir yang dimainkan Ozzy Osbourne dan Black Sabbath sebelum memutuskan untuk pamit. Lirik depresif, musik yang cepat, dan emosi yang bercampur. Saya dan 50 ribu pengunjung lain menghantar dua entitas terbesar dalam musik dunia menuju peristirahatan karir bermusik.
Ini adalah keajaiban, hadiah terindah, serta perpisahan paling manis bagi pecinta musik di seluruh belahan dunia. Selain deretan musisi bintang dunia, tata panggung, cahaya, dan suara yang megah menjadikan pertunjukan ini salah satu yang terbaik yang pernah saya kunjungi.
Saya beruntung bisa mendapat tiket, datang jauh dari belahan timur, menyaksikan langsung, pula dengan posisi lurus depan panggung, dan menjadi bagian dari perayaan salah satu band terhebat sepanjang masa, tentunya dengan dukungan dari sahabat yang layak menjadi “duta pemuda Indonesia di London”, Ryan Hidayat. Terima kasih Cessku.
Terakhir, terima kasih Ozzy dan Black Sabbath karena telah menciptakan dan memberikan musik ini!
_
In Loving Memory of Ozzy Osbourne
_
Sorotan Dokumentasi Foto dan Video:
https://www.instagram.com/p/DLuNZCZz_AB/?igsh=NW1hb2lvYmV0cmZl
https://www.instagram.com/p/DLucQIyC18y/?igsh=MWNkYnhnbzhhcHdodw==
https://www.instagram.com/p/DLuzl76Csvh/?igsh=bWljejgxMnFyaXll
https://www.instagram.com/reel/DLwtZFFCLA4/?igsh=MWsxZXU4bjJhYW9mYg==
https://www.instagram.com/reel/DLz7LsEzCfY/?igsh=MXV2Znp3eTR5aWoyeg==
https://www.instagram.com/p/DMa_SmbzxN2/?igsh=MTdrdTQzeG9qODg3eg==
Recent Comments